
Perang
Baratayuda dapat dianggap sebagai akibat daripada perselisihan antara Pendawa
dan Korawa, yang kedua-duanya berdarah Barata. Maka itupun perangnya disebut
Baratayuda, yakni perang antara orang-orang berdarah Barata. Sebab perang
Baratayuda ialah adanya perebutan antara Pendawa dan Korawa mengenai Astina,
negara leluhur mereka. Pada mulanya Pendawa memang mendapat janji akan menerima
sebagian dari Astina, tetapi oleh karena Pendawa belum dewasa, pembagian
ditangguhkan sampai Pendawa sudah dewasa. Lama-kelamaan pihak Korawa merasa
seperti kata peribahasa mengulum gula. Karena terasa manis, akhirnya merasa
sayang untuk mengeluarkannya dan mulut. Hingga beberapa kali Pendawa meminta
bagiannya, tetapi tidak berhasil.Karena Astina bertangguh tak berkesudahan,
maka datanglah Sri Kresna untuk meminta dengan kekerasan, tetapi Astina tak mau
berobah sikap dan dengan singkat mengatakan takkan mau melepaskan separo
daripada negara Astina. Jawab ini disertai dengan mengadakan
persiapan-persiapan untuk berperang. Setelah mengetahui sikap Astina itu,
Pendawa pun bersiap-siap. Dan Pecahlah perang Baratayuda. Sebelum perang ini
terjadi, para pemimpin
terus berusaha, jangan sampai perang terjadi, tetapi
pihak Korawa tak mau mendengarkan dan tetap bersikeras. Datanglah Prabu Kresna
ke Astina, dengan diiringi para Dewa untuk mendampaikan persengketaan. Tetapi
mereka tak berdaya. Maka pecahlah perang dergan sedahsyat-dahsyatnya, ini
adalah perang yang penghabisan antara Pendawa dan Korawa dan selesainya perang
mi. Tamatlah cerita wayang Purwa untuk disambung dengan cerita Wayang Madya
yang dimulai dengan Prabu Parikesit. Buku Sejarah Wayang Purwa ini hanya
sedikit membicarakan tentang lakon wayang Madya. Setengah orang mengatakan,
bahwa perang Baratayuda hanyalah perlambang kehidupan manusia, sesama seseorang
sedang mengalami gelap di dalam pikiran, selagi terjadi pertentangan antara
ketenangan dan amarah. Pada waktu dua orang sedang bertengkar, sering disebut
juga sedang terjadi Baratayuda. Karena takutnya pada takhayul, kebanyakan orang
tak berani menanggap wayang dengan memainkan lakon perang Baratayuda. Tetapi
ada sebuah di daerah Klaten yang sewaktu mengadakan slametan bersih desa,
justeru malahan menanggap wayang yang memainkan lakon perang Baratayuda.
No comments:
Post a Comment